Flash news:

Jumat, 21 Agustus 2015

"Kepada para pria yang dilahirkan dari rahim wanita"

Saat kalian menatap kami, para perempuan yang juga mencari sesuap nasi demi keluarga kami atau mengejar ilmu seperti kalian, dan berpikir tentang hal-hal yang tidak pantas, ketahuilah,
kalian sedang memperkosa hak kami untuk dipandang setara.

Saat kalian bahkan berani membuka mulut dan mengeluarkan pujian yang bernada mesum, jangan kira kami senang. Kami para perempuan berjalan, bergegas, bukan karena kami suka melakukannya, namun karena kami tidak punya pilihan lain. Ada rasa takut menggelayuti, karena kami tahu jalanan yang akan kami lalui menanti kami dengan segudang komentar seksis yangtidak menyenangkan. 
Jadi, hal tersederhana yang dapat kalian lakukan sebagai seorang yang mengaku jantan adalah menciptakan lingkungan yang aman, agar kami dapat merasa tenang. Bukankah itu hal pertama yang kalian pelajari dari Ayah kalian, bahwa pria harus menjadi pelindung wanita? Mengapa kalian tidak mengindahkan ajaran itu?

Apakah tidak pernah terpikirkan oleh kalian, berbagai siulan tanpa tujuan yang kalian lontarkan bukan membuat kami merasatersanjung, malahan kami merasa terhina, karena kalian melangkahi batasan sopan santun yang kami jaga. Apakah saat melakukannya, kalian tidak teringat pada ibu, saudari atau bahkan mungkin istri dan anak perempuan kalian? Apa kalian pernah membayangkan apa jadinya jika mereka harus bepergian sendiri dan menerima perlakuan yang sama? Tidakkah kalian marah mendengar celotehan-celotehan sembarangan dilontarkan pada para wanita yang berharga dalam hidup kalian?

Saat kalian berkelompok, dan kami berjalan seorang diri, lalu aksi siulan, suitan dan tawa keras serta panggilan-panggilan seperti 'Manis' atau 'Sayang' yang kalian banggakan dimulai, kami kehilangan rasa aman, di jalanan yang juga milik kami. Kalian hanya satu langkah lebih dekat dari para pemerkosa yangtidak berhati nurani dan banyak diberitakan di televisi. Kami minta sadarilah, jangan sampai celotehan biasa berkembang menjadi gelap mata dan jatuh lagi korban tak berdosa yang terenggut hak dan masa depannya. Kalau kalian menyalahkan cara kami berjalan, cara kami berpakaian, cara kami merias diri, lupakah kalian bahwa kami tidak melakukan segala sesuatunya itu untuk mengundang komentar tak pantas. Kami melakukannya karena inilah pembawaan kami, beginilah cara kami para perempuan membawa diri kami dan tidak seharusnya kami merasa bersalah atau dipersalahkan karena hal ini.

Sesederhana menjaga perkataan dan hasilnya, jalanan yang dilalui para perempuan akan lebih terasa aman dan nyaman. Hanya itu pinta kami, pikirkanlah para wanita dalam hidup kalian sebelum mengatakan apa saja yang terlintas di kepala kalian saat melihat sosok kami.

Tertanda,

Para perempuan yang pernah jadi korban pelecehan verbal, di negeri tanpa hukuman bagi pelaku pelecehan yang jelas."Kalau kamu perempuan dan pernah merasakan hal yang serupa, bagikan surat ini pada sesama perempuan pengguna jalan lainnya. Semoga isu ini boleh mendapat perhatian dari pemerintah dan mendapat penanggulangan yang efektif. 
Wanita Indonesia di mana saja berhak merasa aman di jalanan umum.

Sumber: www.idntimes.com

Curhatan Cewek Pejalan Kaki Untuk Mas-Mas Yang Hobinya Suit-Suit

"Kepada para pria yang dilahirkan dari rahim wanita"

Saat kalian menatap kami, para perempuan yang juga mencari sesuap nasi demi keluarga kami atau mengejar ilmu seperti kalian, dan berpikir tentang hal-hal yang tidak pantas, ketahuilah,
kalian sedang memperkosa hak kami untuk dipandang setara.

Saat kalian bahkan berani membuka mulut dan mengeluarkan pujian yang bernada mesum, jangan kira kami senang. Kami para perempuan berjalan, bergegas, bukan karena kami suka melakukannya, namun karena kami tidak punya pilihan lain. Ada rasa takut menggelayuti, karena kami tahu jalanan yang akan kami lalui menanti kami dengan segudang komentar seksis yangtidak menyenangkan. 
Jadi, hal tersederhana yang dapat kalian lakukan sebagai seorang yang mengaku jantan adalah menciptakan lingkungan yang aman, agar kami dapat merasa tenang. Bukankah itu hal pertama yang kalian pelajari dari Ayah kalian, bahwa pria harus menjadi pelindung wanita? Mengapa kalian tidak mengindahkan ajaran itu?

Apakah tidak pernah terpikirkan oleh kalian, berbagai siulan tanpa tujuan yang kalian lontarkan bukan membuat kami merasatersanjung, malahan kami merasa terhina, karena kalian melangkahi batasan sopan santun yang kami jaga. Apakah saat melakukannya, kalian tidak teringat pada ibu, saudari atau bahkan mungkin istri dan anak perempuan kalian? Apa kalian pernah membayangkan apa jadinya jika mereka harus bepergian sendiri dan menerima perlakuan yang sama? Tidakkah kalian marah mendengar celotehan-celotehan sembarangan dilontarkan pada para wanita yang berharga dalam hidup kalian?

Saat kalian berkelompok, dan kami berjalan seorang diri, lalu aksi siulan, suitan dan tawa keras serta panggilan-panggilan seperti 'Manis' atau 'Sayang' yang kalian banggakan dimulai, kami kehilangan rasa aman, di jalanan yang juga milik kami. Kalian hanya satu langkah lebih dekat dari para pemerkosa yangtidak berhati nurani dan banyak diberitakan di televisi. Kami minta sadarilah, jangan sampai celotehan biasa berkembang menjadi gelap mata dan jatuh lagi korban tak berdosa yang terenggut hak dan masa depannya. Kalau kalian menyalahkan cara kami berjalan, cara kami berpakaian, cara kami merias diri, lupakah kalian bahwa kami tidak melakukan segala sesuatunya itu untuk mengundang komentar tak pantas. Kami melakukannya karena inilah pembawaan kami, beginilah cara kami para perempuan membawa diri kami dan tidak seharusnya kami merasa bersalah atau dipersalahkan karena hal ini.

Sesederhana menjaga perkataan dan hasilnya, jalanan yang dilalui para perempuan akan lebih terasa aman dan nyaman. Hanya itu pinta kami, pikirkanlah para wanita dalam hidup kalian sebelum mengatakan apa saja yang terlintas di kepala kalian saat melihat sosok kami.

Tertanda,

Para perempuan yang pernah jadi korban pelecehan verbal, di negeri tanpa hukuman bagi pelaku pelecehan yang jelas."Kalau kamu perempuan dan pernah merasakan hal yang serupa, bagikan surat ini pada sesama perempuan pengguna jalan lainnya. Semoga isu ini boleh mendapat perhatian dari pemerintah dan mendapat penanggulangan yang efektif. 
Wanita Indonesia di mana saja berhak merasa aman di jalanan umum.

Sumber: www.idntimes.com

Sabtu, 08 Agustus 2015



MAAFKAN. 
Bukan tak ingin mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Semata-mata karena ini bukan ajaran akidah kita.



Nabi kita tak pernah merayakan ulang tahun. Tak mendoakan teman yang ulang tahun. Tak jua menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Tak meniup lilin kue ulang tahun. Tak mentraktir teman-temannya saat ulang tahun atau ritual-ritual lainnya ketika ulang tahun.
Apa beliau tak mampu lakukan itu semua itu? Atau Allah ta’ala lupa memberitahukan pada Nabi-Nya?
Tidak! Sebab, semua ini ciri khas orang-orang kuffar. Orang-orang shaalih terdahulu telah menyelisihinya.
Dan, tahukah kamu bahwa pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan? Seperti yang tertulis dalam Injil Matius 14:6 dan Injil Markus 6:21
Jadi, apa iya kita mau mengikuti tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganism?
Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(Riwayat Abu Daud dan yang laiinnya, dishahihkan oleh Al Albani).

Allah berfirman;
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al Baqarah : 120)
Lalu, tentang doa-doa untukmu.
Bukankah nabi kita mengajarkan sesama muslim untuk senantiasa saling mendoakan? Bukan hanya diwaktu-waktu khusus semisal ulang tahun.
Insya Allah do’a diam-diam seorang muslim untuk muslim lainnya mustajab.

Pun, hadiah juga bingkisan.
Tak perlu menunggu ulang tahun saling memberi hadiah.
Bukankah junjungan kita Baginda Rasul telah mencontohkan, saling memberi hadiah agar silahturahmi dan persaudaraan makin erat.
Kata Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi, perayaan ulang tahun adalah perayaan yang salah (batil) dan perbuatan bid’ah yang tak ada asalnya dari syariat. Ini perilaku jahiliyyah dan juga merupakan kebiasaan kaum Yahudi dan Nasrani.

Jadi, bukankah lebih baik kita meninggalkan perbuatan yang disukai syaitan ini? Kebatilan, dengan menyerupai musuh-musuh Allah ta’ala.
Maka, aku lebih memilih mengucapkan salam padamu, daripada mengucapkan selamat ulang tahun.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Ucapan salam yang diajarkan Nabi kita. Ucapan yang sangat sempurna, di dalamnya mengandung do’a keselamatan dan keberkahan tiap-tiap muslim yang mengucapkannya.


Sumber : www.islampos.com

Sungguh, Aku Bukannya Lupa Dengan Ulang Tahunmu



MAAFKAN. 
Bukan tak ingin mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Semata-mata karena ini bukan ajaran akidah kita.



Nabi kita tak pernah merayakan ulang tahun. Tak mendoakan teman yang ulang tahun. Tak jua menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Tak meniup lilin kue ulang tahun. Tak mentraktir teman-temannya saat ulang tahun atau ritual-ritual lainnya ketika ulang tahun.
Apa beliau tak mampu lakukan itu semua itu? Atau Allah ta’ala lupa memberitahukan pada Nabi-Nya?
Tidak! Sebab, semua ini ciri khas orang-orang kuffar. Orang-orang shaalih terdahulu telah menyelisihinya.
Dan, tahukah kamu bahwa pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan? Seperti yang tertulis dalam Injil Matius 14:6 dan Injil Markus 6:21
Jadi, apa iya kita mau mengikuti tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganism?
Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(Riwayat Abu Daud dan yang laiinnya, dishahihkan oleh Al Albani).

Allah berfirman;
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al Baqarah : 120)
Lalu, tentang doa-doa untukmu.
Bukankah nabi kita mengajarkan sesama muslim untuk senantiasa saling mendoakan? Bukan hanya diwaktu-waktu khusus semisal ulang tahun.
Insya Allah do’a diam-diam seorang muslim untuk muslim lainnya mustajab.

Pun, hadiah juga bingkisan.
Tak perlu menunggu ulang tahun saling memberi hadiah.
Bukankah junjungan kita Baginda Rasul telah mencontohkan, saling memberi hadiah agar silahturahmi dan persaudaraan makin erat.
Kata Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi, perayaan ulang tahun adalah perayaan yang salah (batil) dan perbuatan bid’ah yang tak ada asalnya dari syariat. Ini perilaku jahiliyyah dan juga merupakan kebiasaan kaum Yahudi dan Nasrani.

Jadi, bukankah lebih baik kita meninggalkan perbuatan yang disukai syaitan ini? Kebatilan, dengan menyerupai musuh-musuh Allah ta’ala.
Maka, aku lebih memilih mengucapkan salam padamu, daripada mengucapkan selamat ulang tahun.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Ucapan salam yang diajarkan Nabi kita. Ucapan yang sangat sempurna, di dalamnya mengandung do’a keselamatan dan keberkahan tiap-tiap muslim yang mengucapkannya.


Sumber : www.islampos.com