"Kepada para pria yang dilahirkan dari rahim wanita"
Saat kalian menatap kami, para perempuan yang juga mencari sesuap nasi demi keluarga kami atau mengejar ilmu seperti kalian, dan berpikir tentang hal-hal yang tidak pantas, ketahuilah,
kalian sedang memperkosa hak kami untuk dipandang setara.
Saat kalian bahkan berani membuka mulut dan mengeluarkan pujian yang bernada mesum, jangan kira kami senang. Kami para perempuan berjalan, bergegas, bukan karena kami suka melakukannya, namun karena kami tidak punya pilihan lain. Ada rasa takut menggelayuti, karena kami tahu jalanan yang akan kami lalui menanti kami dengan segudang komentar seksis yangtidak menyenangkan.
Jadi, hal tersederhana yang dapat kalian lakukan sebagai seorang yang mengaku jantan adalah menciptakan lingkungan yang aman, agar kami dapat merasa tenang. Bukankah itu hal pertama yang kalian pelajari dari Ayah kalian, bahwa pria harus menjadi pelindung wanita? Mengapa kalian tidak mengindahkan ajaran itu?
Apakah tidak pernah terpikirkan oleh kalian, berbagai siulan tanpa tujuan yang kalian lontarkan bukan membuat kami merasatersanjung, malahan kami merasa terhina, karena kalian melangkahi batasan sopan santun yang kami jaga. Apakah saat melakukannya, kalian tidak teringat pada ibu, saudari atau bahkan mungkin istri dan anak perempuan kalian? Apa kalian pernah membayangkan apa jadinya jika mereka harus bepergian sendiri dan menerima perlakuan yang sama? Tidakkah kalian marah mendengar celotehan-celotehan sembarangan dilontarkan pada para wanita yang berharga dalam hidup kalian?
Saat kalian berkelompok, dan kami berjalan seorang diri, lalu aksi siulan, suitan dan tawa keras serta panggilan-panggilan seperti 'Manis' atau 'Sayang' yang kalian banggakan dimulai, kami kehilangan rasa aman, di jalanan yang juga milik kami. Kalian hanya satu langkah lebih dekat dari para pemerkosa yangtidak berhati nurani dan banyak diberitakan di televisi. Kami minta sadarilah, jangan sampai celotehan biasa berkembang menjadi gelap mata dan jatuh lagi korban tak berdosa yang terenggut hak dan masa depannya. Kalau kalian menyalahkan cara kami berjalan, cara kami berpakaian, cara kami merias diri, lupakah kalian bahwa kami tidak melakukan segala sesuatunya itu untuk mengundang komentar tak pantas. Kami melakukannya karena inilah pembawaan kami, beginilah cara kami para perempuan membawa diri kami dan tidak seharusnya kami merasa bersalah atau dipersalahkan karena hal ini.
Sesederhana menjaga perkataan dan hasilnya, jalanan yang dilalui para perempuan akan lebih terasa aman dan nyaman. Hanya itu pinta kami, pikirkanlah para wanita dalam hidup kalian sebelum mengatakan apa saja yang terlintas di kepala kalian saat melihat sosok kami.
Tertanda,
Para perempuan yang pernah jadi korban pelecehan verbal, di negeri tanpa hukuman bagi pelaku pelecehan yang jelas."Kalau kamu perempuan dan pernah merasakan hal yang serupa, bagikan surat ini pada sesama perempuan pengguna jalan lainnya. Semoga isu ini boleh mendapat perhatian dari pemerintah dan mendapat penanggulangan yang efektif.
Wanita Indonesia di mana saja berhak merasa aman di jalanan umum.
Sumber: www.idntimes.com

0 komentar:
Posting Komentar